Review Film The Guernsey Literary and Potato Peel Pie Society 2018: Perjuangan para pecinta buku sastra

Cover Film The Guernsey Literary and Potato Peel Pie Society 2018
Cover Film The Guernsey Literary and Potato Peel Pie Society 2018/ sumber: imdb

Genre: Sejarah, Drama, Roman
Aktor/aktris: Jessica Brown Findlay, Lily James, Matthew Goode, dkk
Sutradara: Mike Newell 

Film The Guernsey Literary and Potato Peel Pie Society diadaptasi dari sebuah novel menceritakan tentang seorang Juliet (Lily James) merupakan penulis novel, suatu ketika mendapatkan surat dari seseorang yang berada di Pulau Guernsey. 

Mereka saling mengirimi surat dan menceritakan adanya komunitas pecinta buku dengan nama yang unik. Setiap malam sabtu, komunitas yang ada di pulau tersebut mengadakan pertemuan dengan mengulas buku bacaan. 

Mike Newell (Sutradara) membuat film yang berlatar tahun 1940-an ini sederhana. Alur cerita lebih banyak pada kegiatan Juliet yang tergerak hatinya untuk berkunjung ke pulau yang pada masa tersebut dijajah Jerman. 

Alur Cerita Film The Guernsey Literary and Potato Peel Pie Societ 
Juliet disuapi makanan kulit kentang oleh teman komunitasnya
Juliet disuapi makanan kulit kentang oleh teman komunitasnya/ sumber: imdb
Juliet bertekad menaiki kapal menyeberang ke pulau Guernsey meninggalkan Mark dan Sidney. Mark sempat melamar Juliet kala di pelabuhan, sementara Sidney sosok yang memimpin The London Times. Sebuah penerbitan yang sudah beberapa kali menerbitkan buku tulisan Juliet. 

Pulau Guersney berada di Selat Inggris, pulau yang mempunyai sejarah kelam kala dijajah Jerman. Menaiki kapal Balmoral, Juliet menjejakkan kaki di pulau yang asing baginya. 

Di pulau tersebut, Juliet disambut baik komunitas pecinta buku. Mereka terdiri dari anak kecil, dewasa dan orang tua. Penamaan komunitas pecinta sastra pun unik karena terinspirasi dari Babi, Kulit Kentang, dan Buku. Nama tersebut terlontar mereka tidak sengaja ditangkap dan diinterogasi tantara Jerman. 

Berawal dari kesamaan nasib terjajah, tertekan oleh tantara asing, dan sulitnya mendapatkan makanan layak, komunitas ini diam-diam melakukan pertemuan dengan sesama pecinta buku. Mereka makan bersama dilanjut dengan mengupas buku. 

Buku-buku didapatkan dari mengambil dari perpustakaan yang diberendel. Mereka membaca topik tertentu, dan temannya mendengarkan sembari mencatat beberapa bagian yang menarik. Pada bagian terakhir, mereka akan bertanya. 

Juliet tertarik dengan kegiatan komunitas ini. Dia menjelaskan ingin menulis kegiatan komunitas menjadi sebuah cerita. Sayangnya, keinginan ini ditolak keras Maugery. Maugery merupakan ibu dari Elisabeth, sosok yang mendirikan komunitas tersebut. 

Selama mengikuti kegiatan membaca, Juliet tidak sekalipun bertemu dengan Elisabeth. Ketika ditanyakan pada teman yang lain, semua terdiam. Ada hal yang disembunyikan. Rasa penasaran Juliet semakin mencuat, dia berusaha mencari tahu di mana Elisabeth sekarang berada. 

Lambat laun, cerita hilangnya Elisabeth terdengar oleh Juliet. Dia mencari informasi melalui koran-koran yang ada di perpustakaan. Kemudian dia meminta bantuan Mark untuk mencari di mana keberadaan Elisabeth. 

***** 

Film yang bergenre drama, sejarah, dan roman ini cukup membuat kita larut di dalamnya. Kejutan-kejutan selama di pulau menjadi banyak. Di mulai dari sejarah pulau yang suram, sampai pada datangnya sosok-sosok seperti Dawsen, Kit, dan lainnya. 

Polemik awal bagaimana Juliet ditolak secara tersirat Maugery ditambahi bumbu-bumbu cerita dari warga lokal tentang Elisabeth tidak baik, serta keberadaan anak kecil bernama Kit. 

Selain itu, kehadiran Dawsen juga menjadi pemantik yang lain. Juliet mempunyai pandangan sendiri tentang Dawsen. Dia kebingungan siapa istri Dawsen, kenapa Kit memanggil bapak ke Dawsen. 

Ditambah lagi perselisihan dari Juliet dengan Mark yang tiba-tiba datang ke pulau tanpa memberi kabar, dan memergoki Elisabeth bersama Dawsen dan Kit. 

Cerita panjang ini menyibak berbagai misteri di pulau Guersney. Siapa anak kecil perempuan yang bernama Kit? Mengapa Kit memanggil bapak ke Dawsen? Siapa istri Dawsen? Bagaimana kabar Elisabeth? 

Pertanyaan lain yang masih mencuat adalah, bagaimana dengan percintaan antara Juliet dan Mark? Serta mungkinkan Juliet menuliskan cerita tentang komunitas pecinta sastra yang unik ini? 

Sebagai terakhir, saya akan menuliskan kutipan dari perkataan di dalam film. “Kamu sudah tahu apa yang buku bisa lakukan. Itu sesuatu yang kita bagi, meski kehidupan kita mungkin berbeda.” 

Bagi saya, Film The Guernsey Literary and Potato Peel Pie Society menarik bagi para pecinta literasi. Film yang menceritakan tentang bagaimana komunitas pecinta buku terlahir di tengah keterbatasan kebebasan.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.