Ticker

6/recent/ticker-posts

Swaseduh Kopi Chon Buon Me Thuot dengan Vietnam Drip

Swaseduh Kopi Chon Buon Me Thuot dengan Vietnam Drip
Swaseduh Kopi Chon Buon Me Thuot dengan Vietnam Drip
Jemari saya sedari tadi menggeser layar gawai. Tetiba tadi terpikir untuk membeli alat seduh kopi Vietnam Drip. Sejak beberapa bulan terakhir, saya lebih sering menyesap kopi Vietnam Drip ketika berkunjung ke kedai kopi.

Selain itu, saya mempunyai stok kopi robusta yang sepertinya cocok untuk diseduh dengan metode Vietnam Drip. Hanya saja, bubuk kopi terlalu halus. Beruntungnya, ketika mencari alat Vietnam Drip, di toko yang sama menjual kertas Vietnam Drip.

Tanpa membutuhkan waktu yang lama, saya langsung membelinya di salah satu lokapasar yang ada di gawai. Tiga hari berselang, alat seduh Vietnam Drip sudah sampai tujuan. Saya gunakan beberapa kali sebagai percobaan.

Seperti sudah gariskan. Dua minggu berselang, saya mendapatkan buah tangan dari kawan sebungkus kopi. Dia bilang kopi ini direkomendasikan menggunakan alat drip jika ingin menyeduh. Tekstur bubuk kopi lebih kasar.
Bubuk kopi Chon Buon Me Thuot
Bubuk kopi Chon Buon Me Thuot
Menariknya, kopi yang diberikan ini berasa dari Vietnam. Saya tersenyum lebar, pastinya alat seduh Vietnam Drip yang di rumah bakal saya gunakan. Nama kopinya Chon Buon Me Thuot, jika kulihat keterangannya, kopi ini merupakan produk local Vietnam.

Menurut informasi yang dibagikan, kopi ini mempunyai rasa yang kuat. Tentu ini menarik untuk dicoba. Saya menjajal untuk swaseduh dengan metode Vietnam Drip. Kemasan kopi ini cukup menarik. Kombinasi warnanya mirip dengan berbagai kopi kemasan di Indonesia.

Kemasan terbuka, aroma yang siginfikan malah mirip aroma cokelat. Sekilas, kopi ini baunya malah seperti cokelat. Tidak seperti bubuk kopi yang pernah saya pesan pada umumnya. Menarik untuk dicoba bagaimana rasanya.

Takaran saya buat sebisanya, artinya tidak ada patokan khusus karena memang swaseduh untuk pribadi. Proses pembuatan Vietnam Drip tidak membutuhkan waktu lama. Bubuk kopi memang digiling kasar, sehingga cocok ketika bubuk kopi dituangkan ke alat seduh.
Mengopi di kosan
Mengopi di kosan
Susu kental manis putih sudah saya siapkan. Seperti layaknya membuat kopi susu atau Vietnam drip di kedai kopi. Tetesan air kopi yang tersaring alat seduh mulai menetes. Beberapa kali tuang tambah air, akhirnya penuh. Warna kopinya sekilas agak gelap.

Minuman sudah jadi, aroma yang terembus seperti waktu pertama membuka kemasan. Aroma cokelat jauh lebih tajam. Ketika disesap pun sama, malah seperti cokelat meski tetap rasa kopinya terasa. Menurut saya, kopi ini unik rasanya.

Bagi yang penasaran, kalian biasa coba membeli kopi ini melalui lokapasar yang tersedia. Dari berbagai lokapasar, harga kopinya juga terjangkau, meski harus membayar dengan mata uang Negara tetangga. Mungkin di Indonesia sudah ada yang menjual melalui lokapasar.

Meski cenderung aroma cokelatnya dominan, saya termasuk bisa menyesap semua kopi dengan berbagai jenis metode yang disajikan. Kali ini hingga beberapa waktu ke depan. Saya bakal lebih banyak menyeduh kopi dengan metode Vietnam Drip sampai stok kopinya tandas.

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Thermoplastic color inks printed with layers of each color to type the primary digitally shaped layered objects in 1984. The concept of investment casting with Solid-Ink jetted photographs or patterns in 1984 led to the primary patent to type articles from particle deposition in 1989, issued in 1992. Charles Hull filed the primary patent on August 8, 1984, to make use of a UV-cured acrylic resin utilizing a UV masked gentle supply at UVP Corp to construct a easy model. The SLA-1 was the primary SL product introduced by 3D Systems at Autofact Exposition, Detroit, November 1978 in Detroit. The SLA-1 Beta shipped in Jan 1988 to Baxter Healthcare, Pratt Toilet Cleaners and Whitney, General Motors and AMP.

    BalasHapus