Ticker

6/recent/ticker-posts

Belajar Vlog Bareng Cendhika di Yogyakarta

Mengambil rekaman untuk vlog di Warung Upnormal Gejayan
Mengambil rekaman untuk vlog di Warung Upnormal Gejayan
Sebuah pesan masuk di gawai saya. Sebaris kata mengingatkan bahwa siang ini ada janjian dengan teman membuat saya bergegas bangun. Siang ini, saya berencana kumpul dengan teman di Warung Upnormal Gejayan. 

Saya segera memesan transportasi daring dan berbaur dengan pengendara lain yang mulai memadati jalanan Jogja. Sampai di lokasi, saya naik ke lantai atas, mencari kursi teman. Ternyata teman-teman mengikuti Videografi Workshop: "Vlog Trends and How to Make It" dengan pemateri Kharisma Cendhika Putra. 

Berhubung saya juga membawa kamera A6000, tanpa berpikir lama untuk memutuskan, langsung saya ikut acara tersebut. Seingat saya, salah satu yang bertugas di bagian pendaftaran adalah pegawai Ray Digital. Tidak asing wajahnya, hanya lupa namanya. 

“Mumpung acaranya bagus, berkaitan dengan dunia kita juga. Jadi sayang kalau kita lewatkan,” Ujar teman meyakinkan. 

Sedikit informasi saja, saya dan tiga teman yang hadir di acara ini adalah blogger. Kami sering kumpul mengulas bareng tentang dunia blogging. Salah satu teman juga sudah lama mendalami dunia vlog. 
Pembukaan Workshop Vlog bersama Kharisma Cendhika Putra
Pembukaan Workshop Vlog bersama Kharisma Cendhika Putra
Sementara saya? Sejak menggeluti dunia blog selama 8 tahun. Sekarang fokus di dua blog pribadi. Mengimla.com ini adalah blog kedua yang isinya berkaitan dengan acara yang saya ikuti. Mengulas hal-hal yang saya sukai, salah satunya acara yang diadakan Ray Digital dan Sony ini. Sayang jika tidak saya ceritakan di blog kedua. 

Kenapa di blog kedua dan bukan blog yang pertama? Jawaban saya simpel. Blog yang pertama sudah terjadwal postingannya. 

***** 

Peserta mulai ramai, kursi-kursi yang awalnya kosong berganti dengan pengunjung. perwakilan dari Ray Digital membuka acara. Berlanjut dengan perwakilan dari Sony Indonesia. Di meja depan, terpampang berbagai jenis kamera dan lensa yang diproduksi Sony, nantinya kami diperbolehkan menjajal. 

“Sony mengedepankan professional. Produk keluaran Sony ada banyak. Salah satunya adalah seri Alpha.” 

Sembari mendengar ulasan tentang fitur-fitur yang diunggulkan oleh Sony, saya melihat salah satu kamera di meja. Nantinya saya akan menjajal salah satu dari kamera tersebut. 

Secara rinci perwakilan dari Sony memaparkan keunggulan dari kamera yang diproduksi. Mulai dar pelacakan auto fokus, video rekam 4K, maupun video slow-motion kamera. Kamera yang diulas mulai dari A6000, A6300, dan A6500; termasuk perbaharuan fitur dari produk tersebut. 
Display berbagai produk dari Sony
Display berbagai produk dari Sony
Tidak ketinggalan mereka menampilkan kamera kecil seri RX100vi. Kamera mungil dengan segala kepraktisannya dan menarik dibeli bagi pecinta vlogger. 

***** 

Beranjak menuju acara inti. Mas Cendhika mengenalkan dirinya sebagai konten kreator videografi. Di channel Youtube-nya, ada banyak hasil karya yang berkaitan dengan travel maupun project

Saya pribadi belum pernah melihat langsung youtube-nya (ketika belum mengikuti acara ini). Sewaktu acara usai, saya baru melihat hasil karyanya dan mengikutinya di Youtube. Ditayangkan sebuah klip sewaktu beliau main ke Jepang. Bagi saya, video tersebut indah dengan narasi yang tepat. 

Uniknya, Mas Cendikha ini malah merasa jenuh dengan karya-karya beliau yang indah. Setiap saya melihat karya beliau dengan video serta narasi bagus. Saya teringat salah satu travel blogger kondang yang konsepnya sama. Keduanya menurut saya sama-sama jempolan karyanya. 

“Saya itu jenuh dengan hasil karya tersebut. Penonton di youtube ketika melihat hasil karya saya, mereka sekadar suka. Selesai itu ya sudah. Saya sendiri merasa kepuasan itu hanya ketika saya berhasil membuat. Selepas itu ya biasa saja.” 

“Karena itu saya mengikuti tren. Youtube digunakan orang lebih personal, bahkan sebagian sebagai media curhat. Saya mulai bersemangat dengan ngevlog,” Tambahnya. 
Materi yang dipaparkan oleh Kharisma Cendhika Putra
Materi yang dipaparkan oleh Kharisma Cendhika Putra
Proses panjang ini bukan berarti lancar. Arus warganet juga menjadi perhatiannya, terlebih komentar-komentar pada kolom videonya. Pernah suatu ketika, Mas Cendhika mengunggah vlog-nya setiap hari. Komentar kurang baik pun berdatangan. 

Satu faktor yang membuatnya mendalami dunia vlogger adalah dia menantang dirinya sendiri untuk membuat vlog yang berkualitas, banyak yang menonton, dan mempunyai makna serta bermanfaat. 

“Vlog itu gampang sebenarnya. Tidak perlu banyak edit. Tinggal potong-sambung kok. Cuma, apa yakin penonton bakal mau berlama-lama kalau isinya hanya seperti itu?” 

Pada kesempatan ini, Mas Cendhika memberikan tips bagi para vlogger untuk lebih mendalami dan sepenuh hati ketika membuat konten. Hal-hal mendasar yang harus diperhatikan antara lain; kontennya menarik, konten berkualitas, dan buat para subscribe-mu menjadi penasaran. 

Selain ketiga ini, hal lain yang harus diperhatikan adalah pengambilan judul, durasi video tidak lebih dari 7 menit, berinteraksi dengan subscriber dengan menyapa terlebih dulu, tampilkan klip awal yang menarik sehingga tercipta personal touch dengan penonton, serta jadual tayang tetap. 

“Ketika sudah semua, kalian harus membuat video yang kualitas gambarnya bagus, audio jelas, pencahayaan tepat. Sayang rasanya kalau membuat vlog, suara kalian kalah dengan suara angin.” 

Bagi para vlogger; audio, gambar, dan pencahayaan menjadi hal yang mutlak. Sebagai tambahan, ketika membuat video, lebih baik lagi jika disisipkan timelapse, slow-motion, gambar macro, wide, dan lainnya. Tujuannya agar penonton tidak jenuh dengan video tersebut. 

“Selama ini saya menggunakan dua kamera untuk vlog. Kamera inti memakai Alpha 6500, dan sekunder memakai tipe RX100,” Tandasnya menutup acara. 

Selain dari tehnik pengambilan video dan peralatan yang digunakan, Mas Cendhika menekankan bahwa kita harus bisa mengajak audensi berinteraksi. Sehingga mereka bisa benar-benar menyukai hasil karya kita. Sebisa mungkin menyapa audensi dan menyisipkan pesan tersirat. 

***** 

Sesi pemaparan berakhir, sebagian peserta ikut mengambil video di sekitar Warung Upnormal. Saya sendiri menuju pajangan kamera dan lensa. Saya mencoba meminjam kamera yang sudah dilengkapi dengan lensa wide. Menarik jika memiliki lensa tersebut, kalau mau memotret kamar saat staycation di hotel bakal bagus. 

Kamera lain yang saya jajal adalah seri RX100. Kamera ini cocok bagi mereka yang suka vlog maupun swafoto. Saya memegang tipe RX100iii, harganya sekitar 7 jutaan. Kalau yang seri RX100vi kalian bisa membeli seharga 16 jutaan. Untuk spesifikasi kameranya, silakan lihat-lihat di ulasan Sony. 
Menjajal kamera Soni seri R100
Menjajal kamera Soni seri R100
“Kayaknya RX100 itu menarik,” Celetuk teman yang ikut menjajal. 

Saya mengangguk setuju dengan pendapatnya. Memang menarik kamera mungil ini bagi yang tidak ingin ribet. Hari ini cukuplah pegang-pegang kameranya sambil berdoa nanti bisa memiliki. Kan semua diawali dengan niat. 

Bagi saya, acara seperti ini menarik diikuti. Selain mendapatkan ilmu, kita juga bisa mendapatkan teman baru. Terima kasih untuk penyelenggara, pemateri, dan sponsornya. Kalau esok ada kegiatan lagi, saya mau ikut. 

Bincang santai ini diakhiri dengan foto bersama. Saya beserta teman tidak langsung pulang. Kami melanjutkan kumpul di sini sampai larut malam. Sebelumnya, kami sudah janjian membawa laptop. Sehingga di sini bisa mengerjakan deadline postingan artikel di blog.

Posting Komentar

0 Komentar