Resensi Novel Senja di Karimunjawa Karya Mira Tri Rahayu

Novel Senja di Karimunjawa Karya Mira Tri Rahayu
Novel Senja di Karimunjawa Karya Mira Tri Rahayu/ Koleksi Pribadi

Empat tahun lalu, saya mengikuti bedah buku di Djendelo Café. Café yang berada di lantai dua Togamas Gejayan. Saya tertarik ikut bedah buku karena novel yang dibedah bercerita tentang Karimunjawa. 

“Mas dari Karimunjawa?” Perempuan di depanku bertanya serius. 

Aku menganggukkan kepala. Lantas dia mengambil sebuah novel karyanya dari dalam das. Ditulis namaku beserta ucapan salam untuk teman-teman di Karimunjawa. Tidak lupa tanda tangan, tanggal, tahun, dan nama kedai tempat bedah novelnya. 

“Ini buat mas,” Ucapnya sembari tersenyum. 

***** 

Judul: Senja di Karimunjawa 
Penulis: Mira Tri Rahayu 
Penerbit: PT. Grasindo 
ISBN: 978-602-251-525-8 
Tahun Terbit: 2014 
Halaman: 167 halaman 
Kategori: Teenlit Indonesia 

Senja, sosok gadis yang memendam rindu kepada ayah berkunjung ke Karimunjawa. Dia tidak sedang berlibur, melainkan mengabdi di sana. Program KKN dari kampus membuatnya bersama teman lainnya tinggal sementara waktu di Karimunjawa. 

Tinggal di tempat baru dan jauh dari keramaian kota membuatnya harus bisa berinteraksi dengan masyarakat setempat. Di Karimunjawa, dia tinggal di salah satu rumah warga yang berada di Dusun Cikmas. Dusun Legon Cikmas merupakan dusun yang berada di ujung dan berbatasan dengan Desa Kemujan. 

Gadis mungil ini sadar, di tengah populernya Karimunjawa sebagai pulau terindah di Jawa. Nyatanya di sana mempunyai cerita kontras berkaitan dengan pendidikan. Pendidikan di tempatnya KKN jauh dari kata mapan; gedung, fasilitas, dan tenaga pengajarnya. 

Dia merasakan sendiri bagaimana duduk di tengah-tengah siswa SD. Membuka silabus yang diajarkan. Diamati benar materinya. Materi tersebut jauh tertinggal dari bahan yang diajarkan oleh guru lain di daratan (Jawa). 

Di Karimunjawa, Senja mendapatkan banyak pengalaman baru. Mulai bisa menikmati kesunyian Karimunjawa. Menjelajah sepanjang pantai di sana. Menyusuri pulau dari ujung satu ke ujung lainnya. Keramahan masyarakat sekitar membuatnya makin betah. Satu hal lagi, dia menikmati kehidupan di Karimunjawa. Melihat masyarakat dari suku Jawa, Bugis, dan lainnya bersatu. 

“Nggak gitu juga sih, Rud. Aku Cuma bantu Bintang. Bayangin saja, satu sekolah Cuma diurusin Pak Darso dan Bintang – halaman 29.” 


“Kata Bunda, Ayah sedang melakukan penelitian dan pengabdian, tapi waktunya terlalu lama. Aku rindu ayah, Tang. Sama seperti aku merindukanmu. Makanya, aku senang bisa melihatmu di sini – halaman 66.” 


“Nanti kalian cari saja Madrasah Tsanawiyah di daerah Kemujan. Di belakang sekolah itu ada pantai Batu Putih – halaman 128”.” 


“Berterima kasihlah kepada Bintang. Dia rela mengikuti Ayah hingga ke Pulau Parang selama beberapa hari agar bisa membawa Ayah datang ke sini – halaman 161. 


***** 

Sekilas cerita pada novel Senja di Karimunjawa cukup sederhana. Menceritakan sosok gadis kecil yang mengikuti agenda kampus, KKN, dan berusaha bisa menutupi segala kesusahan yang dia simpan sejak dulu. 

Dari cerita yang dituturkan, Senja menjelalah sudut-susut Karimunjawa. Mengajak pembaca menuju Pantai Batu Putih, Legin Bajak, Pantai Barek, Batulawang, Pantai Batu Topeng, Ujung Gelam, Legon Lele, Pulau Cemara; dan banyak sudut lain di Karimunjawa. 

Polemik dimunculkan kala Senja mengingat ayah. Rasa yang dipendam kembali menyeruak. Bahkan di Karimunjawa rasa tersebut semakin tak terelakan ingin membuncah. 

Ada hubungan apa dengan Karimunjawa dengan Ayah Senja? Bagaimana Karimunjawa menjadi tempat istimewa bagi gadis tersebut? Siapa Bintang? Masih banyak hal lagi yang bisa terungkap kala membaca novel ini. Jika penasaran dengan novel tersebut? Silakan membeli dan membacanya.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.