![]() |
| Apem di Nologaten |
Akhir pekan, saya memutuskan untuk bersepeda. Rute yang saya lintasi sengaja mengarah ke Selokan Mataram ke timur. Saya hanya ingin menikmati suasana pagi di sepanjang Selokan Mataram, lantas berhenti di pembangunan jalan tol dekat candi Sambisari.
Sepulang dari bersepeda, saya melintasi jalan Wahid Hasyim Nologaten. Niatnya ingin mencari sarapan, namun belum ada yang menarik perhatian. Pandangan malah fokus pada jajanan pasar Apem yang sedang dipanggang.
Sepeda sengaja saya parkirkan di tepian jalan. Penjual apem sedang fokus menuangkan bahan pada cetakan yang sudah panas. Lambat laun, apem tersebut mengembang. Saya cukup menikmati proses pembuatannya.
“Satu porsi, pak,”
Beliau mengangguk, kemudian sibuk membolak-balikkan apem dalam panggangan. Aroma harum apem semerbak. Pada tulisan yang ada di pinggir jalan, tertera tulisan “Apem Kelapa Muda”. Sementara itu, saya merekam proses pembuatannya.
Tidak hanya saya, seorang ibu sudah lebih dulu memesan apem lima porsi. Dalam sekali memanggang, cetakan tersebut hanya bisa memanggang sebanyak empat porsi. Lebih dari 15 menit saya bersantai menunggu giliran dibuatkan.
Satu porsi apem dibungkus sejumlah empat buah. Kemudian diserahkan pada saya. Saya sedikit kaget, karena ibu yang ada di depan lebih dahulu mengantre. Saya memastikan apakah ibu tersebut tidak masalah ketika mendahulukan saya yang dilayani.
“Bu, sekali memanggang hanya bisa empat porsi. Ibu pesan lima porsi, jadi saya dahulukan mas ini. Punya ibu masih tetap menunggu, karena masih kurang satu porsi,”
Ibu tersebut paham, saya mengucapkan terima kasih karena sudah didahulukan. Tidak lupa mengucapkan terima kasih pada ibu yang jatahnya saya ambil terlebih dahulu. Satu porsi apem ini harganya 10.000 rupiah. Rasanya legit, empuk, dan enak. Sepertinya bakal ke sini lagi untuk membeli.



0 Komentar