Ticker

6/recent/ticker-posts

Dikasih Cendera Mata Kain Tenun Sumba di Kupang

Kain tenun Sumba

Di Kupang, rombongan mengadakan kegiatan temu alumni. Pada kegiatan ini acaranya semacam reuni. Makan-makan di tempat yang sudah ditentukan, sembari bersantai. Beberapa alumni tempatku bekerja datang, kami berkumpul membahas berbagai hal, termasuk cerita ketika mereka belajar di UGM.

Salah satu alumni yang mengajar di Poltekkes Kemenkes Kupang membawakan saya bingkisan. Sebuah kain tenun yang biasa saya lihat di berbagai foto ala anak traveler. Beliau mengatakan bahwa kain yang diberikan ini khas Sumba.

Saya terkejut, karena harga kain ini mahal. Bahkan, saya sendiri belum terpikirkan untuk membeli satu helai kain tenun panjang khas NTT. Saya mengucapkan berkali-kali terima kasih, karena kain ini memang sangat berharga, bisa saya gunakan untuk bersantai ataupun ketika sedang menggunakan kain adat kamisan.

Berhubung sedang reuni, saya langsung menggunakan kain tenun tersebut layaknya mengenakan sarung. Tidak lupa meminta bantuan kawan lainnya untuk mengabadikan. Benar-benar kejutan di Kupang, karena mendapatkan kain khas NTT dari kenalan yang dulu kuliah di Jogja.

Keseruan malam ini terasa, berkumpulnya alumni Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM terasa erat. Kami saling bernyanyi bersama, ikut berdansa diiringi lagu-lagu dari Timur yang sedang melejit di tahun 2025.

Sehelai kain khas Sumba ini ukurannya sekitar dua meter panjangnya. Tentu saja kain ini bakal saya gunakan untuk kegiatan yang berkaitan dengan budaya ataupun pariwisata. Bisa jadi untuk istri atau sikecil ketika nanti sudah besar.

Saya masih takjub dengan bingkisan kawan Kupang. Keramahan mereka dalam menyambut, hingga membawakan oleh-oleh yang melimpah. Tidak hanya kain, beberapa kawan juga membawakan oleh-oleh seperti Sei Sapi, Kopi, dan yang lainnya.

Percayalah, pulang dari Kupang cukup belanja seperlunya, karena koper sudah penuh hasil pemberian kawan-kawan di Kupang. Perkuliahan mereka selama dua tahun di Jogja memang begitu terasa, terlebih dulunya saya sangat akrab dengan mereka, karena pekerjaan saya di perpustakaan prodi.

Terima kasih untuk kawan-kawan Kupang atas semua jamuannya. Jangan lupa kalau ke Jogja berkabar. Atau ada keinginan lanjut S3 di FK-KMK UGM? Tentu dengan senang hati menyambut kalian semuanya. Terima kasih Kupang, banyak cerita indah selama beberapa hari di sini.

Posting Komentar

0 Komentar