Menyesap Kopi Dudakawu Jepara

Kopi Robusta dari Dudakawu, Jepara
Kopi Robusta dari Dudakawu, Jepara

Sejak saya membuat blog ini, terpikirkan konten yang saya tulis itu beragam. Saya tidak punya target muluk-muluk mencari target pembaca. Beberapa tulisan tentang buku ataupun kopi. Khusus kopi, saya sengaja membeli dan mengulasnya berkala di blog. 

Pagi ini saya mendapatkan kiriman kopi. Dua bungkus Kopi Dudakawu seberat 140 gram. Kopi ini saya beli dari media sosial. Saat itu ada kawan yang akun twitternya @pandusejati, dia memosting kopi lengkap dengan harganya. 

Berawal dari stok kopi tinggal sedikit, saya berusaha mencari informasi terkait kopi di Jepara. Sengaja memilih kopi yang berlokasi di lereng Gunung Muria. Waktu itu, ada kawan pesepeda yang menawarkan Kopi Tempur

Dua bungkus kopi berukuran 250 gram saya beli. Selang beberapa bulan, kopi tersebut sudah mau habis. Saya bergerak cepat mencari kopi yang lainnya. Pernah suatu ketika ada akun di Twitter yang mempromosikan kopi di akun @Ilovejepara. Saya menyimpan postingan tersebut. 

Awal bulan Juni, saya mensyen akun tersebut di Twitter. Meminta narahubung dan bertanya stok kopi. Komunikasi di Twitter berlanjut melalui Whatsapp. Hingga akhirnya, saya memutuskan beli dua bungkus kopi Dudakawu. 

Dudakawu merupakan salah satu desa di kecamatan Kembang, Jepara. Lokasinya di perbukitan, di sana terdapat perkebunan kopi. Jenis kopi di Dudakawu adalah robusta. Kopi ini pun yang ada di lereng Gunung Muria. 

Dari keterangan yang ada di kemasan, Kopi Dudakawu ini berada di lereng Gunung Muria dengan ketinggian 900MDPL. Kemasan sederhana tapi menyenangkan, informasi detail tentang kopi tersampaikan dengan baik. 

Selain itu, di sini juga terdapat cara penyajian kopi. Pada dasarnya, penyajian kopi ini sama dengan yang lainya. Hanya saja, karena ditulis, jadi menyenangkan. Segmen pembeli difokuskan untuk orang-orang pecinta kopi hitam dicampur gula. 

Obrolan berlanjut. Saya langsung memesan dua bungkus Kopi Dudakawu. Satu kemasan beratnya 140 gram. Sebungkus kopi harganya 17.000 rupiah. Ditambah biaya pengiriman dari Jepara ke Jogja sebesar 14.000 rupiah. Total pembayaran 48.000 rupiah. 

Hari itu juga saya langsung melakukan pembayaran. Berhubung kami beda bank, saya gunakan fasilitas dari Flip. Aplikasi bebas biaya transfer ini sangat membantu saya kala melakukan pembayaran dengan beda bank. 
Membeli dua bungkus kopi Dudakawu Jepara
Membeli dua bungkus kopi Dudakawu Jepara

Stok kopi tersedia pada hari selasa. Sebelumnya memang libur panjang, saya santai menunggu karena memang bukan kebutuhan yang mendesak. Selasa dikirim, hari jumat sudah sampai Jogja. Itupun saya tahu karena sengaja bertanya ke ibu kos terkait paket. 

Paket kopi sudah di tangan. Saya langsung mengabari Mas Zen jika paketannya sudah sampai. Diobrolan ini juga, saya meminta izin untuk menuliskan pengalaman pembelian kopi Dudakawu dari beliau. Siapa tahu ada yang berminat membeli. 

Keterangan dari Mas Zen, kopi ini adalah hasil karya para UKM setempat. Di kemasan terdapat nama Taruna Tani Tri Mulyo sebagai pihak yang memproduksi. Setidaknya, dengan membeli kopi ini secara tidak langsung turut mendukung hasil UKM setempat. 

Di waktu akhir pekan, saya coba menyesap kopi sembari menulis artikel blog. Kopi Dudakawu sesuai dengan lidah saya. Saya campurkan sedikit gula pada bubuk kopi, lantas menyesapnya. Sesuai dengan selera saya. 

Minum kopi sudah menjadi kebiasaan saya di beberapa tahun terakhir. Bahkan, saya juga sempat mengulas berbagai kedai kopi di blog utama. Semenjak pandemi, ulasan kedai kopi berkurang. Beruntungnya, lidah saya cukup bisa masuk berbagai kopi seperti V60 ataupun kopi tubruk. 

Bahkan, di kosan selama ini, saya menikmati kopi dengan menambahkan gula. Sebenarnya ini sudah lama tidak saya lakukan. Hanya saja terkadang saya rindu dengan mengopi ala anak kos. Kopi, gula, dan gorengan menjadi pasangan yang menyenangkan. 

Di beberapa minggu ke depan, kopi ini menjadi kawan saat saya menulis artikel blog. Ada yang tertarik menikmati Kopi Dudakawu? Jika tertarik, kalian bisa menghubungi akun twitter @pandusejati atau mencolek saya di media sosial untuk membelinya.

Posting Komentar

2 Komentar

  1. Makasih dari arah mana Nya saya ngeh, saya selaku team taruna tani mengucapkan banyak" terima kasih sudah di bantu promosi & di order. Slam dari kopi dudakawu ( taruna tani )

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mas, semoga geliat kopi Dudakawu makin banyak yang meminati.

      Hapus