Ticker

6/recent/ticker-posts

Mencicip Kopi Rembang Jenama Daun Mas

Mengopi di rumah

Kebiasaanku menjajal berbagai jenama kopi yang dijual di Rembang terus berlanjut. Kali ini, aku iseng membeli kopi bubuk dengan jenama “Daun Mas”. Kopi bubuk ini aku beli dari warung kelontong dekat rumah. Hanya ingin menjajal seperti apa rasanya.

Kopi bubuk yang dikemasan bertuliskan produksi di Pamotan, Rembang ini mempunyai berat bersih 200 gram. Layaknya kopi bubuk untuk oleh-oleh, kemasan cukup sederhana dengan warna transparan. Tidak ketinggalan waktu penggunaan.

Aku lupa harga kopi bubuk ini. Seingatku kurang dari 20.000 rupiah. Beberapa hari yang lalu, aku coba menyeduh dengan model tubruk ala menyeduh kopi biasa. Takaran kopi bubuk kubuat dua sendok teh, ditambah setengah sendok gulanya.

Kopi Lasem cap Daun Mas
Kopi Lasem cap Daun Mas

Kopi ini cepat larut di air panas. Tidak ada ampas yang terapung. Selain itu, ukuran bubuknya sangat halus. Sehingga menghasilkan kopi yang pekat. Aroma sangrai kopi begitu kental ketika tersiram air panas. Waktunya merasakan kopinya.

Sekilas, proses sangrai kopi ini cenderung lama, bahkan bisa jadi lebih gelap/gosong. Rasa kopi bubuk saat diseduh menghasilkan rasa yang sedikit fruity. Pada aftertaste tertinggal sedikit asam di rongga-rongga mulut. Kopi di Rembang identik ditemani dengan gorengan.

Sebagai orang yang suka iseng menjajal berbagai kopi murah. Kopi di Rembang memang cocok dicoba. Setiap balik Rembang, aku melihat koleksi jenama kopi di toko kelontong, nantinya ingin membeli satu bungkus tiap jenama untuk ditulis di blog.

Jika kalian dolan ke Rembang, dan ingin mencari oleh-oleh. Berbagai jenama kopi dengan harga terjangkau bisa menjadi opsi. Kalian bisa membeli kopi tersebut. Di Rembang, mengopi menjadi rutinitas tiap pagi, siang, dan sore. Sudah mengopi hari ini?



Posting Komentar

0 Komentar