Ticker

6/recent/ticker-posts

Resensi Buku Sele’sa Karya Rifqy Faiza Rahman

Buku Sele'sa karya Rifqy Faiza Rahman
Buku Sele'sa karya Rifqy Faiza Rahman

Judul: Sele’sa; di Balik Sekat-sekat Perjalanan

Penulis: Rifqy Faiza Rahman

Penerbit: Penerbit Sulur Pustaka

Tahun Terbit: 2021

No ISBN: 978-623-6791-31-8

Genre: Non Fiksi, Perjalanan

Di Balik Sekat-Sekat Perjalanan

Sele’sa merupakan buku catatan perjalanan seorang narablog bercerita perjalanan Rifqy di beberapa pulau yang pernah ia jejaki. Diawali dengan Cerita dari Lasiana, hingga penutup Perihal Pulang. Rifqy merangkai setiap pengalamannya dengan panjang.

Perjalananan di buku ini dia dedikasikan untuk semua orang. Selain itu, tentu setiap cerita penuh dengan pesan tersirat. Bagaimana dia menepi jauh dari keramaian hanya untuk mencari kedamaian dan khusyuk dalam memperingati hari kemerdekaan Indonesia.

Melambung jauh dari sudut Timor Indonesia, Rifqy menemukan banyak orang-orang baik. Terlepas dari mereka kali bersua sembari menyesap kopi, hingga menari mengikuti liukan kendaraan menerabas jalanan Maumere-Ruteng.

Lebih dari itu, catatan Rifqy juga menyibak tentang etos kerja para masyarakat setempat di ujung perbatasan Malang-Lumajang. Semangat para masyarakat untuk memajukan potensi wisata air terjun tak kalah meski jauh dari kata jalur yang baik.

Tulisan yang lainnya tentang ketika sebuah perjalanan tak terduga. Bagaimana Rifqy beserta kawannya tak mau dikalahkan ego. Menerima sampai mana batas seseorang ketika dalam sebuah perjalanan, hingga mendapatkan pesan tak terduga di salah satu tempat yang disebut Sendang.

“Di mana pun kamu berada, pasti akan diterima bahkan disambut asalkan berniat baik dan sopan – halaman 21-22”

“Mendaki gunung tidak semata hanya menguji batas jasmani, tapi juga tentang menempatkan diri. Kami adalah tamu yang harus mengetuk pintu dan mengucap salam lebih dahulu, sebelum ‘diizinkan’ masuk oleh tuan rumah – halaman 98”

“Kalimati adakah tempat untuk kembali. Untuk mereka yang telah berhasil merasakan euforia bediri di puncak tertinggi, atau yang langkahnya masih tertahan di hamparan ilalang padang rumput ini – halaman 156”

*****

Membaca buku Sele'sa sembari mengopi
Membaca buku Sele'sa sembari mengopi

Jauh sebelum menghasilkan karya buku, saya secara pribadi mengenal akrab Rifqy, yang kadang saya panggil dengan sebutan Papan, merujuk pada blognya yang bernama papanpelangi. Kami sering berdiskusi melalui pesan singkat ataupun secara langsung.

Pun, kami beberapa kali jalan bareng. Entah di Jogja, Malang, maupun Jombang. Saya mengikuti tulisan-tulisan di blognya yang dulu lebih banyak bercerita tentang perjalanan mendaki. Silakan baca di blognya.

Buku ini semacam media baru dari Rifqy. Di blog, tulisan dia lumayan panjang. Tapi tidak sedetail di buku. Beberapa cerita yang dituangkan pada buku pun secara sederhana ada di blog. Hanya saja, di buku, saya bisa memahami secara utuh.

Catatan perjalanan menarik dari kawan yang sering saya candai untuk menerbitkan buku. percayakah, tulisan-tulisan dia lebih asyik memang dibukukan. Beruntung, kini sedikit sempalan cerita yang terendap di folder sudah mulai dijadikan karya.

Sele’sa menjadi karya pertama sendiri. Pengambilan judul yang menarik. Jika kita buka KBBI, lalu menuliskan kata “sele’sa”, kata tersebut bermakna luas ataupun keleluasaan. Saya hanya memprediksi, Rifqy ingin mengatakan bahwa perjalanan itu panjang dan luas, tak berhenti di satu waktu.

Saya selalu menantikan tulisan Rifqy, seperti khasnya bercerita penuh diksi dan kita larut dalam bacaan. Pada akhir setiap tulisan bisa kita temukan pesan tersirat apa yang ingin ia sampaikan. Percayalah, saya bisa menyimpulkan ini adalah tulisan dia meskipun tanpa harus diberitahu siapa penulisnya.

Buku Sele’sa cocok untuk mereka yang ingin menapaki jauh Indonesia. Berbaur dengan masyarakatnya, mengenal lebih dekat orang-orang di sekitarnya, hingga berinteraksi dengan siapapun. Pun buku ini harus dibaca para orang yang gemar mendaki gunung. Ada pesan-pesan menarik khusus untuk mereka.

Posting Komentar

0 Komentar