Sepiring Tahu Kupat Pelopor Magelang

Tahu Kupat Pelopor Magelang

Sepulang dari berburu durian di Candimulyo, kami langsung turun balik Jogja. Hari masih cukup pagi. Pukul 10.00 WIB kami memutuskan kembali. Sebuah misi yang cepat. Pukul 08.00 WIB berangkat dari Jogja, menyantap durian, dan langsung pulang. 

Tidak ada ide untuk menjelajah destinasi. Kami sudah terpuaskan kuliner durian. Meski begitu, ada juga rencana dadakan untuk santap sarapan. Kami membahas sejak awal, akhirnya jatuh pilihan ke Tahu Kupat. 

Berlokasi di Blabak, tepatnya di jalan Soekarno Hatta, warung Tahu Kupat Pelopor ini sudah melegenda. Konon sudah ada sejak tahun 1965. Banyak orang mengenal warung ini dengan nama Tahu Kupat Bu Bakowi. 

Benar-benar kuliner yang melegenda. Banyak ulasan terkait Tahu Kupat ini di Local Guide. Hampir sebagian besar merekomendasikan kuliner ini harus dicicipi kala plesiran ke Magelang. Harga pas di dompet, rasa pun pas di lidah. 

Buka mulai pukul 10.00 WIB, warung legendaris ini tutup pukul 21.00 WIB. Meski masih pagi, sudah cukup ramai pengunjung yang datang. Rombongan kami pun berkumpul, seingat saya, dulu warungnya hanya satu tempat saja. Kini tepat di samping warung lama ada bangunan tambahan. 
Tahu Kupat siap diantarkan
Tahu Kupat siap diantarkan

Empat motor yang kami bawa tertata rapi. Lantas kami memesan makanan di warung. Berhubung saya pagi sudah sarapan soto, saya meminta porsi yang kecil. Di sini kita bisa memilih porsi kecil atau besar. 

Sebelum pesanan kami dibuatkan. Ibu yang meladeni sibuk membungkus tahu kupat. Seingat saya ada lebih dari 10 porsi pesanan yang dibungkus. Kami menunggu seraya bersantai. Saya sendiri menyempatkan ambil konten video dan foto. 

Harga tahu kupat beragam, untuk porsi kecil antara 10.000 rupiah. Sebenarnya ada daftar menu di tembok, hanya saja untuk tarifnya tidak tersedia. Bisa jadi sedang perbaruan harga. Saya sendiri lupa bertanya harganya. 

Untuk perut seperti saya yang pagi sudah sarapan, porsi kecil cukup pas. Dulu sewaktu saya datang pertama ke sini tahun 2016, porsi besar menjadi pilihan. Pada dasarnya piringnya sama, hanya saja irisan tahu dan kupatnya lebih sedikit. 

Terkait rasa, lidah saya cukup cocok dengan makanan ini. Kuahnya pedas dan manis. Kita bisa memesan lebih cenderung pedas atau malah tanpa pedas sekalipun. Rasa manisnya menurut saya tidak dominan, tertutupi rasa pedasnya. 

Banyak orang yang mengatakan Tahu Kupat Pelopor ini adalah salah satu kuliner yang direkomendasikan para pejalan kala sedang di Magelang. Di Magelang sendiri untuk kulinernya ada juga Mangut Beong dan Sop Serenek. 
Sepiring Tahu Kupat Pelopor Magelang
Sepiring Tahu Kupat Pelopor Magelang

Ada beberapa warung Tahu Kupat di Magelang. Jika kalian kebingungan, silakan mencari informasi di Google dengan nama Tahu Kupat Pelopor. Nantinya diarahkan di tempat ini. Lokasinya benar-benar di dekat jalan raya. 

Warung Tahu Kupat ini selalu ramai. Jika kalian berkunjung, saya rekomendasikan tidak pada waktu jam makan siang. Pasti pada jam-jam tersebut jauh lebih ramai pengunjungnya. Waktu yang menurut saya tepat adalah pas awal buka. 

Jika menggunakan kendaraan roda empat, kalia bisa memarkirkan di pinggir jalan atau menjorok di halaman bangunan yang baru. Ada petugas yang berjaga dan mengatur parkir. Jadi, kapan mau kulineran Tahu Kupat Pelopor? *Tahu Kupat Pelopor Magelang, 16 Februari 2020

Posting Komentar

0 Komentar