Makan Malam di Aroma Laut Restaurant Bangka

Aroma Laut Restaurant Bangka
Aroma Laut Restaurant Bangka

Saya hanya diam melepas lelah. Seharian keliling di Bangka, khususnya menyusuri pantai. Sepertinya agenda sedari tadi memang dari pantai ke pantai. Sebelumnya, malam kemarin saya sudah menyicip Mie Koba serta kuliner yang lainnya. 

Tidak ada rencana khusus ingin santap malam di mana. Saya manut dengan ajakan kawan. Kami berencana menikmati makanan laut. Sesuatu hal yang menggairahkan. Tatkala capek seharian menyusuri pantai, kami memilih masakan laut. 

Sepanjang jalan cukup gelap, sedikit ada penerangan di jalanan Bangka, khususnya pinggiran pantai. Mobil melambat, suara anjing menyalak di pinggir jalan. Hewan kaki empat tersebut berlarian. Saya melihatnya sekelebat. 

Aroma Laut Restaurant Namanya. Sebuah tempat makan yang berada di Air Itam, Bukit Intan, Kota Pangkal Pinang. Tempatnya benar-benar menjorok ke pantai. Bahkan bangunan ini memang berdiri di atas laut. 

Sambutan pramusaji terdengar kala kami masuk. Di satu sisi tampak banyak ikan yang sedang dipajang. Ikan-ikan itulah yang nantinya bisa dipesan untuk disajikan. Saya terus berjalan mencari tempat yang nyaman, lantunan lagu dari pelantang lumayan kencang. 

Tempat yang lumayan besar ini sedikit temaram. Lampu tidak sepenuhnya terang layaknya tempat makan di Jawa. Rasanya untuk mengabadikan waktu malam di sini terasa sedikit kesulitan. 

Sekilas tidak ada yang unik karena malam hari. Dari obrolan sewaktu menunggu makan, saya mendapatkan info jika tempat ini bentuknya menyerupai kapal. Bagian depan memang membentuk kapal. 
Bangunan mirip kapal ala Laut Restaurant Bangka
Bangunan mirip kapal ala Laut Restaurant Bangka

Rasa penasaran tinggi. Saya keluar dari resto dan ingin melihat langsung dari depan. Beruntung air laut sedang surut, saya menuruni tanggul dan sedikit berlarian ke laut. Dari laut memang seperti sepasang kapal yang melaju berbarengan. 

Ada banyak tempat yang bisa kami gunakan duduk. Angin laut berembus lumayan kencang. Kami memilih sisi yang sedikit terlindungi dari embusan angin laut. Pengunjung yang lainnya asyik berkumpul dengan keluarga. 

“Silakan ini menunya,” Seseorang pramusaji menyodorkan daftar menu. 

Kawan rombongan melihat daftar menu. Entah menu apa saja yang dipesan. Saya tidak turut ambil bagian. Penting nanti ada laut di atas meja, kami langsung santap bersama. Lempa kuning menjadi target saya jika nanti ada yang memesannya. 

Lumayan lama juga menu belum tersajikan. Kami berbincang sembari menikmati angin malam. Terlihat di tempat yang menghadap ke laut sudah ada beberapa muda-mudi berfoto. Dilihat dari suasananya, tempat ini cocok untuk acara makan malam bersama rombongan. 

Tidak terasa menu sudah datang. Satu meja bulat sudah dipenuhi aneka malam malam. Mulai dari Tumis Kangkung, potongan cumi dilabur tepung, utang tepung, ikan tenggiri bakar, hingga menu spesial Lempa Kuning. Cocok, semua menu yang disajikan menggugah selera makan. 

Lempa Kuning modelnya mirip dengan pindang kuning di Jawa Tengah. Saya tidak asing dengan makanan ini karena memang berasal dari kepulauan. Kuah kuningnya enak disesap saat masih panas. Benar-benar menggugah selera. 
Kuliner malam di Laut Restaurant Bangka
Kuliner malam di Laut Restaurant Bangka

Tidak perlu pakai lama-lama, semua yang tersaji di meja secara berkala pindah ke piring. Lantas menuju perut. Saya menikmati makan malam ini, terlebih Lempa Kuningnya. Ikan yang dimasak adalah Tenggiri, sama seperti satu potong kian yang dibakar. 

Saya iseng membuka ulasan di Local Google. Pada dasarnya tempat makan ini memang menjadi opsi para pengunjung untuk makan. Jika memang ingin datang rombongan, lebih baik menghubunginya terlebih dahulu. Takutnya pelayanannya agak lama. 

Di Bangka memang ada banyak kuliner yang bisa dinikmati. Salah satunya tentu Lempa Kuning. Menurut saya, sajian Lempa Kuning di Aroma Laut Restaurant ini cukup pas di lidah. Bahkan saya yang menghabiskan lauknya. 

Tanpa terasa semua sudah tuntas. Selepas ini tidak ada lagi agenda. Kami ingin kembali pulang ke hotel dan melepas lelah. Esok pagi masih ada penerbangan menuju Belitung. Tentu harapannya selama di Belitung bakal mendapatkan konten. 

Jika memang ingin bermain ke Bangka dan menyusuri sepanjang pantainya. Bisa jadi tempat makan ini menjadi opsi bagi kalian, khususnya yang membawa rombongan. *Bangka; 26 Oktober 2018.

Posting Komentar

0 Komentar