Kuliner Soto dan Minum Jamu di Pasar Prawirotaman

Soto di Pasar Prawirotaman
Sebelum pasar Prawirotaman direvitalisasi, saya pernah blusukan di pasar tersebut. Waktu itu saya beserta rombongan sengaja ingin mencari konten foto. Mumpung sedang semangat memotret aktivitas masyarakat. 

Berburu foto di pasar, kita harus tahu waktu yang tepat. Aktivitas padat dan ramai ketika pagi hari. Saya pun blusukan waktu pagi di pasar. Jangan tanya pasarnya sekarang, karena untuk sementara pasar direlokasi sekitar 300 meter dari tempat semula. 

Kuliner di pasar itu menyenangkan. Ketika ada kawan mengatakan di Pasar Prawirotaman terdapat kuliner soto sapi, saya langsung antusias datang lebih cepat untuk sarapan soto tersebut. 

Soto Sapi Pak Irin berada di dekat pintu masuk (pasar lama). Sehingga gerobak beliau mencolok saat ada pengunjung yang datang. Di depan gerobak soto, sudah banyak pengunjung yang mengantre. Termasuk rombongan saya. 
Antre soto sapi pak Irin
Antre soto sapi pak Irin
Sembari menunggu, saya sudah terlebih dulu memesan Teh Tawar Hangat. Teman rombongan sudah menikmati soto. Mereka duduk di kursi yang dalam. Selang beberapa menit, saya mendapatkan semangkuk soto sapi. 

Sebelum memberi tambahan sambal, saya mengecap kuahnya. Segar, rasanya pas di lidah. Potongan daging sapinya juga banyak pun empuk. Saya pribadi menikmati santap pagi di sini. Usut punya usut, ternyata soto di sini murah. 
Menikmati sarapan Soto Sapi Pak Ir Prawirotaman
Menikmati sarapan Soto Sapi Pak Ir Prawirotaman
Puas menikmati soto, saya berpisah dengan rombongan. Kali ini tujuannya adalah memotret. Apapun yang dipotret selama di pasar. Aktivitas warga di pasar memang menarik diabadikan. Bagaimana saat mereka saling berkomunikasi dengan calon penjual. 

Pengunjung pasar berdesakan. Hampir semua lapak ramai. Tidak ketinggalan bagaimana suara para penjual menawarkan dagangannya. Mulai dari camialn, sayuran, buah, hingga yang lainnya. Saya menuju bagian los belakang. 

Di belakang sini terdapat simbah-simbah yang jualan jamu. Mbah Sis menjadi tujuan para wisatawan saat berkunjung di Pasar Prawirotaman. Banyak wisatawan ke sini karena mendapatkan cerita tentang jamu dan sosok Mbah Sis. 

Di sini juga menjadi spot para pencari konten foto. Tidak sedikit foto yang tersebar di media sosial tentang Mbah Sis. Berbagai foto diambil dari sudut-sudut yang berbeda. Ketika saya sampai di belakang, ternyata sudah sangat ramai. 

Tangan Mbah Sis cekatan meracik jamu. Rata-rata yang datang ke sini ingin membeli jamu beras kencur. Cara pembuatannya langsung secara tradisional. Beliau mengiris jeruk menumbuk hingga akhirnya siap saji. 
Jamu mbah Sis Pasar Prawirotaman
Jamu mbah Sis Pasar Prawirotaman
Kedua telapak tangan beliau menguning. Aktivitas beliau ini menjadi daya Tarik tersendiri. Saya tidak bisa mendapatkan banyak sudut foto, akhirnya malah ikut berbaur memesan jamu. Jamu beras kencur yang saya minum. 

***** 

Untuk sementara waktu, Pasar Prawirotaman masih dalam tahap revitalisasi. Para penjual di pasar direlokasi tidak jauh dari lokasi pasar lama. Di tempat baru, kalian bisa menemukan soto Pak Irin di dekat pintu masuk. 

Sementara untuk menikmati jamu Mbah Sis, kalian menyurusuri bagian belakang pasar. Mendekat ke arah parkir. Di sana jamu Mbah Sis berada. Jika kesulitan, kalian tingga tanya ke para penjual, pasti dengan ramah membantu mengarahkan. 

***** 

Aktivitas memotret di pasar cukup lama. Tidak hanya area pasar, kami juga menyusuri gang-gang di Prawirotaman. Setiap ada mural atau apapun itu yang menarik diabadikan, kami langsung memotret. Tujuannya untuk mengisi waktu luang kala libur. 

Tidak terasa waktu sudah siang. Akhirnya kami putuskan untuk bersantai di salah satu tempat tongkrongan. Lokasi nongkrong di Move On Café Prawirotaman, kafe ini dekat dengan pintu masuk jalan Prawirotaman. 
Es Krim di Move On Cafe Prawirotaman
Es Krim di Move On Cafe Prawirotaman
Tentu saja siang panas terik seperti ini enaknya menikmati es krim. Kami bergegas memilih es krim yang tersedia. Ada beberapa varian rasa yang bisa dinikmati. Saya sendiri memilih rasa coklat dan sirkaya atau sirsak. 

Move On Café ini cukup luas, enak ke sini puku 12.00 WIB, belum terlalu ramai. Biasanya ramai kalau sore hingga malam hari. Waktu tengah hari sudah berjalan, rombongan kami bubar. Saya memesan transportasi daring. 

Setengah dari di Prawirwotaman, berburu foto dan kulineran, tidak terasa ada banyak hasil foto yang terabadikan. Sebuah aktivitas yang menyenangkan, kuliner dan berfoto dalam satu kegiatan. *Prawirotaman; Minggu, 24 Februari 2019 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.