Yogyakarta Menjadi Kota Kedua Diresmikannya FUJIFILM Learning Center

Berpose ala Fujifilm - Dok. Ardian Kusuma
Berpose ala Fujifilm - Dok. Ardian Kusuma
Geliat pecinta fotografi kian tinggi. Terlihat ketika kita mengunjungi destinasi wisata, tidak sedikit dari pengunjung menenteng kamera dari berbagai merek. Mulai dari kamera saku, DSLR, hingga tren sekarang Mirrorless. Semua digunakan untuk mengabadikan moment kala berlibur. 

Melihat trend sekarang, Fujifilm mengambil langkah yang menarik. Salah satu merek kamera terkemuka ini membangun FUJIFILM Learning Center di Jogja. Ini adalah learning center yang kedua setelah di Jakarta. FUJIFILM Learning Center diresmikan pada tanggal 20 Mei 2019 di Yap Square Blok A5. Tepatnya di Jalan C. Simanjuntak No.2 Terban. 

Pemilihan tempat di sini kemungkinan besar agar satu lokasi dengan Service Center Fujifilm yang sudah ada lebih lama. Tentu ini menjadi kabar baik bagi pecinta fotografi, khususnya mereka yang menggunakan kamera Fujifilm. 

Apa itu FUJIFILM Learning Center? 

Sebagian orang, termasuk saya belum paham apa itu Fujifilm Learning Center. Biasanya yang saya ketahui sebatas Service Center saja. Service Center biasanya yang mengurusi kamera kita saat ada masalah. 

Diterangkan oleh Mr. Noriyuki Kawakubo (Presiden Direktur PT FUJIFILM Indonesia) bahwa learning center ini menjadi tempat para pecinta foto untuk belajar, khususnya bagi pengguna kamera Fuji. Dipilihnya Jogja sebagai tempat kedua juga dikarenakan kota ini salah satu pusat bisnis di Indonesia. 
Pita Peresmian Fujifilm Learning Center di Yogyakarta - Dok. Ardian Kusuma
Pita Peresmian Fujifilm Learning Center di Yogyakarta - Dok. Ardian Kusuma
Secara garis besar, saya menarik simpulan bahwa Fujifilm Learning Center ini adalah tempat untuk para pecinta fotografi dalam mendalami pengetahuannya tentang dunia fotografi. Di sini nantinya digunakan untuk kelas fotografi dan praktik memotret. 

Menarik ketika sebuah jenama (brand) kamera membuat terobosan seperti ini. Sepengahuan saya, selama ini adanya kelas atau tempat latihan memotret tidak disediakan oleh pihak merek kamera, melainkan oleh komunitas yang dibantu toko kamera. 

“Fujifilm menjadi yang pertama dalam membuat learning center. Semoga nantinya langkah ini diikuti oleh yang lainnya,” Ujar Agus Leonardus (eks fotografer Fujifilm). 

***** 

Bersama dengan tamu undangan yang lainnya, saya mengikuti acara pembukaan learning center ini hingga selesai. Bahkan menyempatkan diri ikut dalam tour Fujifilm Learning Center selepas potong pita. 

Secara umum Fujifilm Learning Center ini layaknya ruko yang lainnya. Bangunan dua lantai ini disulap Fujifilm menjadi tempat yang menyenangkan. Lantai satu nantinya digunakan sebagai kelas fotografi. Hal ini guna menarik minat para pecinta fotografi untuk belajar tentang dunia fotografi. 

Masih di lantai satu, deretan kursi sudah tersedia. Menurut informasi dari Mas Zia, ruang kelas di lantai satu ini bisa menampung 30 peserta saat ada kelas. Bahkan, sehari selepas peresmian pun sudah ada jadwal tiga hari berturut-turut agenda di tempat ini. 
Ruang kelas untuk peatihan fotografi
Ruang kelas untuk peatihan fotografi
Dinding Fujifilm Learning Center berbalur cat warna putih. Di tiap dinding terpampang beberapa foto hasil dokumentasi fotografer Fujifilm. Foto-foto berukuran besar ini dilengkapi siapa fotografernya, tipe kamera yang digunakan, serta setelan kamera saat memotret. 

“Nantinya tiap tiga bulan foto-foto ini kami ganti secara berkala,” Terang Mas Zia sembari mengajak kami mengelilingi Fujifilm Learning Center. 

Naik ke lantai dua, ruangan di sana hampir besar luasnya. Bedanya, di lantai dua dibagi menjadi tiga sekat. Ruangan yang paling besar digunakan untuk studio foto. Nantinya tempat inilah yang dijadikan lokasi praktik para fotografer untuk memotret. 

Peralatan untuk menunjang pemotretan, pencahayaan, dan yang lainnya sudah tersedia. Saya melihat alat yang terpasang, mereknya Broncolor. Merek ini memang salah satu yang direkomendasikan sebagai aksesoris penunjang dalam studio foto. 

Satu ruangan yang lebih kecil nantinya digunakan sebagai tempat rias. Seperti halnya studio foto, tempat rias menjadi elemen penting agar nantinya model bisa menyiapkan diri lebih baik sebelum beraksi di depan bidikan kamera. 
Studio foto yang dilengkapi dengan peralatan mumpuni - Dok. Ardian Kusuma
Studio foto yang dilengkapi dengan peralatan mumpuni - Dok. Ardian Kusuma
“Bagi yang menggunakan tipe kamera Fuji tertentu mempunyai keuntungan lebih dalam menyewa tempat ini. Namun, pada dasarnya semua jenis kamera Fuji sangat diperbolehkan untuk pelatihan pemotretan. Termasuk merek kamera yang lainnya, kami terbuka untuk umum,” Terang Mas Zia. 

Sayangnya Mas Zia belum merilis tipe kamera Fuji apa saja yang mempunyai benefit tersebut. Informasi yang lainnya terkait studio foto di Fuji Learning Center, bagi yang ingin menggunakan, nantinya bisa langsung mengaksesnya di website. 

Hal senada juga diungkapkan oleh Agus Leonardus (eks fotografer Fujifilm), beliau menekankan Fujifilm Learning Center ini bukan berbicara tentang merek kamera. Namun, secara umum membicarakan tentang fotografi. 

Beliau mengharapkan Fujifilm Learning Center ini sebagai tempat mendulang banyak pengetahuan tentang dunia fotografi, dan pastinya membuat pengguna kamera Fujifilm menjadi lebih mudah dan menyenangkan. 
Foto-foto hasil dokumentasi eks fotografer Fujifilm
Foto-foto hasil dokumentasi eks fotografer Fujifilm
Bagaimana dengan pendapat saya tentang adanya Fujifilm Learning Center? Tentu ini menjadi kabar yang sudah ditunggu-tunggu seluruh pengguna Fujifilm. Tiap agenda kelas ataupun praktik memotret menjadi agenda yang patut diikuti guna mengasah kemampuan fotografi. 

Secara tidak langsung, saya acapkali menggunakan kamera Fujifilm. Kamera yang saya gunakan adalah XA3. Meski kamera tersebut jenis yang murah, bagi saya sendiri untuk belajar memotret yang paling penting adalah bagaimana kita tidak kenal bosan. 

Bahkan, kamera ini juga yang menemani saya di tahun 2018 bepergian sendiri dalam tajuk Tour de Sumatera. Menyusuri Padang-Batam-Bangka-Belitung guna mencari konten yang bisa saya sebarkan dalam bentuk tulisan dan dokumentasi. 

Ya, sebagai bloger yang berkecimpung di dunia penulisan. Kamera menjadi peralatan yang penting bagi saya kala bepergian. Dari kamera semua terekam, terabadikan, dan pada akhirnya tertuang dalam tulisan disertai gambar sebagai pendukungnya. 
Menggunakan kamera XA3 saat di Bangka
Menggunakan kamera XA3 saat di Bangka
“Hari ini saya memegang XA3, siapa tahu ke depannya yang saya pegang tipe kamera full frame dari Fujiflm.” 

Selamat untuk Fujifilm Indonesia atas diresmikannya Fujifilm Learning Center. Semoga dari tempat ini nantinya muncul bibit-bibit baru para fotografer professional di Indonesia. Saya tidak sabar untuk mengikuti berbagai kelas yang nantinya diadakan di sana.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.