Pancaragam Jarum Batik Fest 2018

Stand batik di acara Jarum Batik Fest 2018
Stand batik di acara Jarum Batik Fest 2018
Saya datang siang hari. Jalanan arah ke pusat Desa Jarum sudah dipasang portal. Mobil yang menjemput melitasi rute lainnya, serta mengantarkan rombongan kami sampai di lokasi yang kami tuju. Saya akan ceritakan ulasan dan pengalaman menginap di desa wisata Jarum ini di blog utama. 

Dua hari satu malam saya menginap di Desa Wisata Jarum. Desa yang berada di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten ini sedang ada gelaran Jarum Batik Fest. Sebuah agenda tahunan yang mengenalkan potensi desa wisata ini pada khalayak umum. 

Saya berbaur dengan pengunjung, tamu, serta orang-orang yang silih berganti hilir-mudik melihat rangkaian acara ini. Sedikit yang saya catat rangkaian acara pada gelaran Jarum Batik Fest yang terabadikan oleh kamera. 

Stand Koleksi Hasil Karya Masyarakat Desa Jarum 
Pernak-pernik hasil karya warga desa Jarum
Pernak-pernik hasil karya warga desa Jarum
Batik tulis, batik kulit, dan aneka pernak-pernik lainnya tersebar sepanjang stand. Tiap stand menawarkan hasil karya masyarakat desa Jarum. Saya sendiri berdesakan dengan pengunjung lain yang menonton. 

Antusias warga setempat dan warga desa lain yang datang benar-benar besar. Ketika saya berburu foto, tidak sengaja bertemu dengan rombongan lain yang niatnya berburu foto dari Solo. Ya, aneka batik dan pernak-pernik lain mulai menggeliat di desa wisata Jarum. 

Fashion Show Batik 
Model Klaten Mbiyen Jarum Batik Fest 2018
Model Klaten Mbiyen Jarum Batik Fest 2018
Lantunan musik Gejog Lesung terdengar kencang. Seorang bapak tua melantunkan lagu Bahasa Jawa. Sementara enam perempuan tua mengenakan kebaya menghentakkan alu pada lesung Panjang. Alunan musik menjadi seirama. 

Satu persatu perempuan berjalan layaknya sedang di karpet merah. Mereka dirias, mengenakan pakaian tradisional, serta memainkan selendang batik. Fashion Show Batik ini mengundang gelak tawa. Ketika yang lain mengamati polah model yang jenaka, saya sendiri berdecak kagum dengan pakaian yang dikenakannya. 

Aneka Produk Warga
Minuman Jahe Serbuk
Minuman Jahe Serbuk
Stand yang tertata rapi di sepanjang jalan dominan menampilkan batik maupun pernak-pernik. Tidaks engaja saya melihat sebuah produk warga dalam bentuk minuman kemasan. Minuman jahe yang sudah dikemas dan tinggal seduh. 

“Silakan minum mas. Bisa dicoba. 

Saya bergegas menyeduh minuman panas ini. Karena saya penggemar berat Jahe, dengan antusias saya membeli minuman kemasan tersebut dengan harga murah. 

Jalan Sehat Keliling Desa 
Warga Desa Jarum setelah selesai jalan sehat
Warga Desa Jarum setelah selesai jalan sehat 
Rangkaian acara di Desa Jarum berlanjut. Setelah kemarin saya dan teman rombongan diajak menjelajah ke beberapa tempat potensi dikembangkan untuk menarik desa wisata. Pagi harinya saya dan rombongan berbaur ikut jalan sehat. 

Saya lupa terakhir ikut jalan sehat, tapi pas di desa Jarum, saya kaget dengan antusias warga yang ikut. Jalan menjadi penuh warga yang berkumpul. Sebelum berjalan, doa bersama dan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilantunkan. 

Stand Dawet Bayat Gratis
Pembagian dawet Jarum gratis
Pembagian dawet Jarum gratis
Tiap kedua sisi jalan di desa Darum penuh paying-payung yang di bawahnya adalah stand Dawet. Saya sadar saat ikut jalan sehat, dawet yang ada puluhan stand ini nantinya dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang ikut jalan sehat. 

Meskipun saya tidak minum Dawet, tapi saya merasakan bagaimana para masyarakat di sini antusias menikmati dawet gratis. 

Stand-stand Kuliner
Kuliner lainnya di desa Jarum
Kuliner lainnya di desa Jarum
Tidak puas rasanya jika ke desa wisata tanpa mencicipi kuliner di kampung. Di sini saya mencicipi banyak kuliner. Salah satunya lotek. Cukup sedap rasanya ketika pembungkusnya masih emnggunakan daun pisang. 

Pentas Seni Wayang
Pentas seni wayang
Pentas seni wayang
Rangkaian acara paling akhir adalah pentas seni. Panggung besar sudah dipasang sejak beberapa hari. Hari minggu mulailah pentas seni wayang menceritakan Baratayuda. 

Konon, tidak sembarang dalang yang bisa tampil di sini. Hal ini menjadi pembicaraan tiap masyarakat kala berbincang dengan saya maupun dengan rombongan 

***** 

Terima kasih untuk teman-teman panitia Jarum Batik Fest yang sudah menjemput, menjamu, dan mengantarkan kami pulang ke Jogja. Semoga perjuangan kalian dalam memajukan desa wisata tetap tanpa aral. Kalaupun ada aral, semoga kalian bisa mengatasinya dengan baik. 

Terkait potensi desa wisata Jarum, nantinya saya akan ceritakan di blog utama (seperti janji saya di awal alenia). Dan bagi kalian yang ingin berkunjung ke Desa Wisata Jarum, silakan hubungi akun Instagram Kalpasta

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.