Review Buku Dewey: Kucing Perpustakaan Kota Kecil yang Bikin Dunia Jatuh Hati

Buku Dewey: Kucing Perpustakaan Kota Kecil yang Bikin Dunia Jatuh Hati
Buku Dewey: Kucing Perpustakaan Kota Kecil yang Bikin Dunia Jatuh Hati/ Koleksi pribadi

Judul Terjemahan: Dewey: Kucing Perpustakaan Kota Kecil yang Bikin Dunia Jatuh Hati
Judul Asli: Dewey
Penulis: Vicki Myron dan Bret Witter
Penerbit Asli: Grand Central Publishing, New York, 2008
Penerbit Indonesia: PT Serambi Ilmu Semesta
ISBN: 987-602-290-0467
Cetakan: Juni 2015
Kategori: Non Fiksi, Kisah Nyata

Dewey, adalah nama kucing yang diberikan oleh Vicki Myron. Kucing malang yang tergeletak di dalam kotak pengembalian buku ini diselamatkannya, dan diberi nama Dewey. Bagi orang umum, nama Dewey tentu asing, terlebih untuk seekor kucing. Tapi Vicki Myron yang berprofesi sebagai pustakawan di perpustakaan tentu mempunyai maksud tersendiri.

Cerita tentang Dewey ini diangkat dari sebuah kisah nyata di ujung kota Lowa. Tepatnya di perpustakaan umum Spencer. Buku ini menceritakan bagaimana kondisi Lowa pada musim gugur tahun 1988. Perpustakaan yang dulunya tidak dikenal oleh dunia, lalu berubah menjadi salah satu perpustakaan yang amat sangat dikenal oleh dunia.

Bagi setiap orang ketika mendengar seekor kucing yang berada di perpustakaan, menjadikan rak-rak buku sebagai tempat tinggalnya tentu sebuah keanehan. Terlebih perpustakaan identik dengan tempat yang sunyi, tak boleh ada hiruk-pikuk keramaian. Seperti itulah kebimbangan Vicki ketika dia harus merawat seekor kucing malang, di rumah atau di perpustakaan.

Vicki yang hidup penuh kesepian, mengidap penyakit kanker payudara, dan bersuamikan sosok pecandu alkohol menjadi dewa penyelamat kucing malang ini. Dengan penuh kasih sayang, Vicki merawat layaknya anak. Tak hanya Vicki, seluruh staf di perpustakaan Spencer pun ikut bergembira dengan kehadiran Dewey sebagai keluarga baru.

Bertahun-tahun lamanya, Dewey makin dikenal para pemustaka. Bahkan tidak sedikit pemustaka yang datang ke perpustakaan hanya untuk melihat tingkah Dewey. Hal ini diketahui Vicki dan para pustakawan di Spencer. Kehadiran kucing di perpustakaan ini menjadi magnet baru bagi pemustaka.

Dunia makin mengenal Dewey ketika stasiun televisi menyiarkan khusus tentang Dewey dengan tajuk Living in Lowa. Bahkan dia pernah tampil di halaman depan The National Library Cat Society. Serta dibahas salah satu buletin perpustakaan negara bagian Illinois. Berikut kutipan-kutipan dari buku Dewey

“Kami memanggilnya Dewey. Mengambil nama dari sistem desimal Dewey. Tapi kami belum memutuskan akan memberinya nama apa – Halaman 24.”

“Dewey tidak memilih-milih orang yang disayanginya; dia mencintai semua orang tanpa pilih kasih ­– Halaman 104.”

“Semua orang mengenal Dewey. Semua sayang padanya. Jika ada orang menemukannya, mereka akan mengantarkannya ke perpustakaan – Halaman 194.”

“Dewey memang kucingku, tapi dia menjadi bagian dari perpustakaan. Tempatnya adalah bersama masyarakat – Halaman 306-307.”

Sebuah cerita yang epik dari seekor kucing. Dewey seperti malaikat yang diturunkan tepat pada sebuah bangunan yang bernama perpustakaan. Perpustakaan kecil dan sedang terbelit masalah finansial. 

Dari sosok Dewey, perpustakaan yang kecil ini menjadi bergairah bangkit dan kembali hidup. Tak hanya itu, Dewey seperti layaknya pemustaka yang mempromosikan perpustakaan agar dikenal. Dedikasi Dewey tentang hampir sebagian hidupnya di perpustakaan menjadikannya layak dikenang.

Buku ini tak hampir keseluruhan menuliskan tentang keseharian Dewey. Apa-apa yang terjadi semenjak Dewey berada di perpustakaan. Hanya sedikit menceritakan sosok Vicki, pemustaka yang tinggal di Lowa. Kota yang berangsur-angsur berubah. Tanah-tanah pertanian menghilang karena pembangunan dan lainnya.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.