Kegiatan di Unila sudah selesai, kami berencana pulang ke Jogja. Sebelum pulang, ada beberapa tempat oleh-oleh yang ingin disambangi. Salah satunya adalah Pempek 123 Bandar Lampung. Oleh-oleh ini direkomendasikan sejawat selama di Lampung.
Bus yang mengantar kami berhenti di halaman Pempek 123 Bandar Lampung. Lokasinya di jalan Sudirman, berderetan dengan ruko-ruko di sampingnya. Pempek 123 merupakan salah satu destinasi kuliner legendaris paling ikonis di Bandar Lampung.
Meskipun pempek dikenal sebagai hidangan khas Palembang, gerai satu ini berhasil memikat hati wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Lampung. Konon, Pempek 123 ini terkenal tanpa bahan pengawet, teksur pempek-nya lembut.
Selain itu, cuka (cuko) di Pempek 123 ini rasanya asam, manis, pedas menjadi satu. Bagi wisatawan, mereka membeli pempek beku dan dikemas menggunakan vakum, kemudian dilengkapi dengan kardus sesuai dengan ukuran.
Pilihan pempek biasanya seperti kapal selam, lenjer, Adaan, Telur, dan yang lainnya. Ada juga olahan khusus yang dijual. Pempek 123 Bandar Lampung juga melayani makan di tempat. Namun, memang paling banyak dijadikan oleh-oleh luar kota.
Menilik dari teman yang membeli Pempek beku, kisaran harga dimulai dari 120.000 rupiah. Tergantung dengan jenis varian Pempek yang dibeli. Pempek 123 Bandar Lampung sudah membuat kemasan sesuai dengan banyaknya permintaan pengunjung.
Terlihat pemilik Pempek sigap dalam membungkus pesanan. Mereka memang sudah terbiasa mendapatkan kunjungan wisatawan melimpah. Para pengunjung tinggal memilih kemasannya, lantas menghitung, dan membayar. Sudah ada yang packing lengkap dengan cuka-nya.
Selain jualan Pempek, di sini juga tersedia aneka camilan. Seperti kerupuk, kemplang, dan camilan lainnya. Sehingga wisatawan tidak hanya fokus membeli Pempek, tapi bisa sekalian melengkapi dengan camilan yang sudah tertata rapi di rak.



0 Komentar